Kendari – Fenomena langit langka akan kembali menghiasi malam di wilayah Sulawesi Tenggara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa gerhana bulan akan terjadi dan dapat disaksikan dengan jelas dari hampir seluruh daerah di Sultra, selama cuaca mendukung.
Gerhana bulan kali ini diperkirakan berlangsung pada malam hingga dini hari. Fase awal gerhana akan mulai terlihat sekitar pukul [jam 01:30:11 sesuai perhitungan BMKG] WITA, kemudian mencapai puncaknya pada [jam puncak 02:11:45] WITA, sebelum akhirnya berakhir menjelang [ 02:53:13] WITA.
Kepala Stasiun Geofisika Kendari menjelaskan bahwa fenomena gerhana bulan terjadi ketika posisi bumi berada di antara matahari dan bulan, sehingga cahaya matahari yang seharusnya menyinari bulan terhalang oleh bayangan bumi.
“Warga Sulawesi Tenggara berkesempatan menyaksikan gerhana bulan dengan mata telanjang, tanpa perlu menggunakan alat bantu khusus. Namun akan lebih jelas bila menggunakan teleskop atau kamera dengan lensa panjang,” ujar pihak BMKG.
Fenomena alam ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta astronomi maupun masyarakat umum. BMKG mengimbau agar warga tidak melewatkan momen langka ini, sekaligus menjadikannya sebagai ajang edukasi bagi pelajar maupun penggiat sains di daerah.
Jika kondisi cuaca cerah, gerhana bulan diperkirakan akan terlihat jelas dari wilayah Kota Kendari, Baubau, Kolaka, Konawe, Muna, hingga Buton dan daerah sekitarnya.






