Wakatobi – sultraupdate.com _ Pelayanan Bank BNI Cabang Wakatobi kembali menuai sorotan tajam. Sejumlah nasabah menyampaikan kekecewaan mendalam setelah gagal melakukan penarikan tunai, di mana pihak bank justru memberi alasan bahwa “uang habis” dan penarikan baru dapat dilakukan pada siang hari. Kondisi ini memicu kemarahan masyarakat yang menilai manajemen BNI Wakatobi telah gagal dalam memastikan layanan perbankan berjalan normal.
Salah satu nasabah yang juga penerima bantuan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Mohamad, mengaku bahwa dana bantuannya sudah masuk ke rekeningnya sesuai sistem. Namun, saat melakukan penarikan, pihak bank justru tidak bisa melayani dengan alasan tidak adanya ketersediaan uang di teller.
“Saya datang baik-baik untuk menarik uang yang sudah resmi masuk dari Kemnaker. Tapi malah dibilang tidak bisa karena uang di bank habis. Ini keterlaluan. Bagaimana mungkin bank sebesar BNI tidak punya uang? Kami merasa sangat dirugikan,” tegas Mohamad dengan nada marah.
Pak Mohamad langsung menyampaikan ke pendamping atas informasi itu pendamping akan mendesak agar Kepala Cabang BNI Wakatobi segera dicopot karena dianggap tidak mampu menjaga kualitas layanan dan manajemen kas yang menjadi kewajiban dasar sebuah bank.
“Ini bukan kesalahan kecil. Ini jelas kelalaian. Kepala cabangnya harus dicopot. Pelayanan seperti ini tidak layak untuk masyarakat Wakatobi,” sambungnya.

Lebih jauh, pendamping kemnaker meminta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk memutus kerja sama dengan BNI, mengingat bank tersebut merupakan pemenang tender penyaluran bantuan, namun justru dinilai gagal menjaga kepercayaan serta tanggung jawab pelayanan di lapangan.
“Kemnaker harus evaluasi total. Kalau BNI sebagai pemenang tender saja tidak bisa menjamin masyarakat bisa mengambil uangnya sendiri, lebih baik kerja samanya diputus. Kita butuh bank yang benar-benar siap melayani rakyat, bukan menyulitkan,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Bank BNI Cabang Wakatobi belum memberikan klarifikasi resmi terkait penyebab kehabisan kas maupun penundaan layanan penarikan uang bagi nasabah.
pendamping bersama Masyarakat berharap BNI pusat segera turun tangan, mengevaluasi jajaran manajemen cabang, dan memastikan kejadian memalukan seperti ini tidak terulang kembali.






